Semua itu kembali pd imanmu,

ketika hati merasa aku sangat mencintai dirinya..

logikaku berbisik “jangan terlalu”..

ketika jiwaku sangat merindukan kehadirannya..

lagi2 logiku berbisik “jangan terlalu”

hatiku bertanya “mengapa ?”

padahal memang rasa ini memang terlalu, haruskah aku membohongi perasaanku sendiri…

logikaQu balik bertanya…

“masih ingatkah kamu pada kepedihan yang ditimbulkan oleh cinta dan rindu yang terlalu?”

hatiku mengangguk,,sekilas tergurat rasa kepedihan yang pernah melanda..

Sahabatku..

ketika cinta bertanya tentang cinta..

maka imanlah jawabannya..

begitulah cara mencintai secara dewasa..

Love.. has made we learned many things, tapi itu tidak menjamin kita untuk tidak terjatuh pada lubang yang sama…semuai itu kembali pada imanmu..

cinta yang terlalu hanya untuk sang pemilik cinta sejati…

mencintailah karena DIA semata….

(taken from notes “MENCINTAI SECARA DEWASA”

http://www.facebook.com/rhyzal.pahmi

 

Unlike · · Share · Delete

Advertisements

About Rhyzal Pahmi

assalamu'alaikum... bagi kalian yang membaca artikel ini, harap dikasih komentar ya.. paling cuma ngabisin waktu 3 sampai 4 menit doank..
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s